Aku Takut Mencintai Suamiku

personal No Comments »

Sangat melelahkan. Aku benar-benar mengantuk.


Suamiku yang tampan sedang melaksanakan sholat shubuh. Beruntung sekali aku mendapatkannya. Dia itu suami yang baik, sholeh dan pekerja keras. Dialah yang kuyakini calon ahli surga.

Setiap hari dia pasti bersedekah. Seperti halnya pagi ini saat kami berangkat kerja. Hari ini indah seperti biasanya. Kami akan berpisah di sini, di depan kantorku karena dia akan melanjutkan perjalanan menuju kantornya. Kucium tangannya yang bersih karena selalu terbilas air wudhu.

Namun tiba-tiba, gempa yang sangat kencang terjadi. Lalu tak lama, diam sama sekali. Hening. Semua orang tampak panik. Lalu dari arah timur ada bayangan merah berkelebat, layaknya makhluk raksasa berlari ke arah kami. Semua yang dilaluinya musnah. Panas. Musnah. Kiamat.

Oh sekarang aku sedang mengantri. Entah antrian apa. Tak lama kudapati antrianku adalah antrian orang-orang yang wajahnya bercahaya. Kami memegang kitab di tangan kanan yang menurut bisik-bisik orang-orang di sekitar berisi amalan kami selagi hidup. Yah, aku masuk surga.

Aku masuk dengan gemetar setelah berpapasan dengan Ridwan yang tampan namun terlihat sibuk memilah karena banyak pengantri yang membawa tiket palsu. Adapun pengantri yang rupanya calo tiket surga yang akan menjual kembali tiketnya pada calon ahli neraka.

Lalu aku mencari suamiku. Kudapati ia di dalam istana indah bertabur berlian. Namun ia tak sendiri. Ia dikelilingi bidadari-bidadari cantik. Seratus kali jauh lebih cantik dariku. Di dunia, dia adalah suami yang pengertian dan tidak suka main perempuan. Tapi melihat bidadari secantik itu diapun pasti terbuai. Jangan bilang di surga ini tak ada nafsu jasmani. Bagaimana mungkin menikmati indahnya istana, nikmatnya susu dan anggur jika tak pakai nafsu badanmu. Begitupun Tuhanmu menyediakan bidadari untuk apalagi selain nafsumu, yang selama di dunia sudah kau tahan-tahan.

Tidak. Aku tidak suka ini. Suamiku direbut bidadari. Aku tidak ingin suamiku masuk surga…! Tidaaak..!

Aku terbangun. Mimpi buruk….
(bersambung)

*dari kemudian.com

Tagged with:

Sepenggal Cerite Nasib Anak Betawi

cerita lucu No Comments »

Siang ini Jakarte panasnya gak ketulungan. Kalau di pilem kartun ni pala di guyur air, bakalan berasep, sungut Mamat dalam hati. Mamat nama panggilan dari Ahmad, perjaka 21 taon, dengan status pengacara. Maksudnye pengangguran banyak acara. Mulai dari bantuin sesama warga nyang mau pindahan sampe kerja bakti di kampung.

Mamat bukan pemuda malas, emaknye cuma tukang gosok dan cuci di Juragan Asikin. Sekolahnye SD kagak tamat. Bapaknye cuma satpam di kantor pemerintah. Walau dulu engkongnya juragan tanah di Bayuran tapi abis ke makan ame jalan. Dulu orang kelurahan ngeganti tiga ratus rupiah permeter untuk enam hektar tanah engkongnya. Di pakai naik haji, sekarang sudah habis. Dan engkong si Mamat sudah berpulang ke Yang aha Kuasa.

Baca Selengkapnya… »

Tagged with:

'Aku, Si- Bodoh Yang Mencintaimu'

personal No Comments »

Apakah aku seorang yang tidak punya hati untuk mencintai atau menyayangi kamu. Apakah salahku sampai aku harus berkorban demi yang tidak pernah aku ketahui.
Aku memang sepantasnya dibilang bodoh atau dungu, atau apalah sebutannya, karena dengan aku dikatakan dungu atau bodoh, aku merasa bebas untuk menyayangimu, mencintaimu.
Aku terlanjur menyayangimu, dengan hati polosku ini. dan aku akan terus menyayangimu, biar nanti pun akan tersakiti oleh cinta.
Yang aku takutkan adalah kebebasan yang telah aku berikan, tidak lagi kamu gunakan? kamu berdalih dengan alasan teman tetapi kau begitu memujanya.
Dengan alasan persahabatan, kau mementingkan dia daripada aku.
Salahkah aku, bila aku mempunyai ketakutan seperti itu. Wajarkah aku gelisah bila kamu memperlakukan aku seperti itu. Mungkin ini yang bisa aku lakukan, karena dengan begini aku tetap bisa menyayangimu, sayang.

yah, mgkin ini sedikit tulisan ini, tapi tulisan ini aku tulis dengan menggunakan hati, bukan menggunakan pikiran.
Dan bagi yang akan membaca tulisan ini, bacalah dengan kacamata hati, bukan dengan kacamata logika, karena dengan menggunakan kacamata hati kamu ‘yang membaca tulisan ini’ akan mengerti arti dari tulisan ini.

‘aku berjuang dengan hatiku, sayang
aku berjuang untuk mendapatkan hatimu
aku berjuang, walau kamu mencampakan cintaku
aku berjuang, walau kamu terus mencaciku
dan akhirnya sayang-ku…
akhirnya aku bisa mendapatkan hatimu
hati ini berlonjak gembira
seakan ingin menari tanpa henti
tetapi waktu lah yang harus berjalan
ketakutanku mulai memuncak
tapi sekali lagi aku berjuang
berjuang melawan semua rasa
hanya untuk hatimu cintaku
aku akan selalu berjuang
sampai keringat berubah menjadi air mata
dan aku akan tetap berjuang
berjuang dalam CINTA
berjuang untuk hatimu’

nah, sekarang kamu ‘yang akan membaca cerita ini’, bacalah dengan menggunakan hatimu, dengan begitu kamu akan mengerti maksud dari tulisan ini, dan arti dari puisi ini.
Dan dengan kacamata hatimu-lah, caci diriku dengan ucapan ‘bodoh’, karena dengan ucapan ‘bodoh’ itu-lah aku akan bebas untuk MENCINTAIMU.
Dan anggaplah aku ‘SI- BODOH YANG MENCINTAIMU’

*dari seorang teman yang bernama Deeto

Tagged with:

Bingung

personal No Comments »

Peristiwa ini terulang lagi. Dan seingatku inilah yang ketiga kalinya. Mengapa semua ini terjadi padaku. Apakah Tuhan telah menggariskan demikian. Atau apakah sebab-sebab semua peristiwa ini sebenarnya bisa dihindari. Tapi bagaimana caranya. Sampai kapankah peristiwa-peristiwa ini berlalu dari hadapanku.

Kurasa sifat mereka berdua sama saja. Sama-sama keras kepala. Aku pernah bertanya pada seorang temanku lulusan kedokteran, menurutnya mereka berasal dari satu gen yang sama. Salah satunya emosi, seperti kakek. Juga kepada temanku jebolan psikologi, katanya seiring perbedaan lingkungan kehidupannya, itu menjadikan mereka berbeda jalan pikirannya. Entahlah, tetap saja aku bingung dengan tingkah mereka itu dan pendapat kedua temanku itu.

Mungkin mereka butuh waktu untuk saling mendiamkan diri dulu satu sama lain. Karena berusaha untuk menghindari kejadian-kejadian yang lebih gila dari itu. Masih dapat kuingat peristiwa itu. Mulut mereka bagaikan halilintar yang tak mau didahului yang lain. Apalagi dikalahkan yang lain, dan akan semakin membuatku lebih bingung lagi.

Sedangkan nasihat dari ustadzku. Seorang anak dan orang tua tidak bisa bercerai seperti hubungan suami istri. Walaupun kata-kata senada keluar dari mulut mereka, yang dianggap atau menganggap bukan anak maupun orang tuanya atau sebaliknya. Jadi berdoa adalah salah satu jalan selain terus berusaha menyatukan mereka dalam acara-acara yang dapat mempertemukan mereka dan berbicara baik-baik.

Lalu bagaimana jalan keluar terbaik yang harus aku lakukan. Ya Tuhan aku masih bingung, bagaimana aku harus berbuat.

Apakah aku harus memberi mereka obat tidur, kemudian membius mereka dan merobek kulit mereka dengan pisau lalu mengambil inti dari gen-gen mereka yang bersifat keras tersebut dan memasukkan gen yang sama untuk jalan pikiran mereka. Ya, kurasa itu cara yang tepat agar besok muncul berita di koran dan televisi sebagai selebriti dadakan karena berita berjudul “Seorang Ibu Memutilasi Suami dan Anaknya Sendiri”.

Itu masih mending dari pada ditambah memakan bagian tubuh mereka. Dan aku diangkat sebagai tokoh utama dalam film SUMANTO Part 2 (versi SUMANTI).

Atau menunggu adalah cara yang logis, sampai mereka akan baikan lagi seperti kejadian yang pertama dan kedua. Apakah aku harus menunggu sampai suamiku menaikkan uang saku untuk Aan tiga kali lipat. Terus dari mana aku mendapatkan uang belanja dengan gaji suamiku yang pas-pasan. Apalagi hampir semua kebutuhan hidup sekarang naiknya selangit, dan tidak pernah merasa ketinggian untuk kembali normal bahkan turun seperti jaman dulu. Atau menunggu sampai bulan Syawal untuk saling minta maaf tahun depan. Seperti saat minggatnya Aan untuk yang pertama dan kedua-kalinya waktu itu.

Oh Tuhan, aku benar-benar sudah merasa berada di ujung kebingungan. Oh Tuhan aku bertanya kapada-Mu apa yang harus kuperbuat untuk mengusir kegelisahan hatiku ini.

cerita diatas diambil dari kemudian.com

Tagged with:
WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in