Anda baru beberapa bulan melangsungkan pernikahan, saya turut berbahagia Anda telah menjalankan salah satu sunnah Rasul yakni membentuk keluarga untuk menyempurnakan separuh lagi agama Anda. Sdr. MS, tujuan pokok membentuk keluarga menurut Yusuq Qardhawiy adalah untuk kelangsungan jenis manusia/ mempunyai keturunan. Namun Anda dan istri saat ini merasa belum siap mempunyai anak sehingga akan melakukan ‘azl atau yang sering disebut sanggama terputus.
Saudaraku, Islam merupakan ajaran yang sangat memperhatikan fitrah manusia. Islam di satu sisi mendorong penganutnya untuk berlomba dalam menggapai derajat ideal seorang muttaqin namun pada sisi lain tidak mengabaikan sisi manusiawi dirinya. Tidak ada sistem kerahiban di dalam Islam dimana seseorang dituntut untuk hanya beribadah kepada Allah sepanjang waktu sehingga bilamana ia lapar, haus atau mempunyai kebutuhan manusiawi lainnya maka ia diharuskan untuk mengabaikannya alias dilarang untuk mempedulikannya apalagi memenuhinya. Baca Selengkapnya… »

Bentuknya boleh sederhana, namun jamaah sudah berdatangan dari penjuru desa sebelum waktu shalat masuk
Mungkin kita tak percaya jika tidak melihat faktanya. Seorang yang tidak kaya, bahkan tergolong miskin, namun mampu membangun sebuah Masjid di Turki. Nama masjidnya pun paling aneh di dunia, yaitu “Shanke Yadem” (Anggap Saja Sudah Makan). Sangat aneh bukan? Dibalik Masjid yang namanya paling aneh tersebut ada cerita yang sangat menarik dan mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita.
Apa hubungan kambing dan zakat? Kambing memang salah satu harta yang wajib dizakati (zakat maal) jika telah memenuhi kriteria tertentu (nishab). Namun bukan itu yang akan saya bicarakan. Ini adalah soal zakat yang akhirnya diwujudkan menjadi kambing.
Ceritanya begini. Waktu saya mudik lebaran lalu, saya menyempatkan bertemu kawan-kawan di kampung membahas agenda kegiatan masyarakat yang saya sudah lama tidak ikuti karena saya sekarang jarang pulang kampung. Ada beberapa teman yang juga hanya pada kesempatan lebaran ini bisa menengok desa kelahiran jadi kami sempatkan waktu yang sempit untuk diskusi panjang lebar sampai larut malam.
Salah satu tema diskusi adalah soal zakat, khususnya zakat mal. Selama ini kami menjalankan organisasi pengumpul zakat mal, namanya Dompet Madani. Meski donator sangat sedikit, sementara orang-orang miskinnya lebih banyak, kami hanya berjalan seadanya saja. Kalau ada dana zakat masuk ya hampir bisa dipastikan akan segera habis untuk menyantuni para dhuafa. Saya pribadi lebih cenderung memberikan zakat atau sedekah di kampung karena walau jumlah sedikit bagi mereka sangatlah berarti. Kawan-kawan saya sering bercerita yang membuat kami terharu, betapa uang 20 ribu ketika diterimakan kepada mereka sambutannya sangat diluar dugaan. Bagi kita uang 20 ribu bisa habis untuk sekali makan, bagi mereka itu bisa untuk beberapa hari. Selain karena uang segitu bagi mereka sangat berarti juga ada rasa bahagia bahwa mereka yang terpinggir itu ternyata masih ada yang memberikan perhatian. Pernah pula suatu waktu kawan kami mendatangi seorang nenek yang cucunya masih sekolah. Nenek ini merasa agak ketakutan dikira cucunya bermasalah dan juga jarang ada tamu, padahal kami berniat memberikan baju seragam sekolah untuk cucunya itu.
Ya, meski “omset” kami sangat sedikit dan selalu segera habis kami tetap berjalan meski sering tersendat-sendat.
Hari ini adalah hari pertama ibadah puasa dimulai, aku sedih banged karna ga bisa menunaikannya bareng² keluarga padahal dari hari kamis sudah membayangkan sahur bareng istri tercinta..
tapi semuanya itu ga terjadi.. aku ada dimana, dan istriku ada dimana… bener² sedih bangeddd…
Aku ngiri ngliat status temen² aku di Facebook, di Twitter, di YM dll yang mereka pada pada makan bareng suaminyalah, bareng istrinyalah, bareng anak²nyalah (alangkah bahagianya mereka)
Smoga aku bisa cepat pulang dan melanjutkan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini bareng istri (amien…)












Recent Comments